Sabtu, 28 Desember 2013

SEMESTER 3 TULISAN KE10 (EKONOMI KOPERASI)


Koperasi Indonesia Semakin Dewasa Hadapi Pasar Global







Menghadapi pasar global terutama perdagangan ASEAN – China dan ASEAN Community, koperasi di Indonesia dituntut untuk semakin dewasa dan mandiri. Secara kualitas, koperasi Indonesia semakin meningkat dibanding beberapa tahun lalu.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menangah (UKM), Agus Muharam mengatakan, koperasi siap menghadapi pasar global karena koperasi mempunyai kelebihan dibandingkan dengan usaha lainnya.

Sejumlah kelebihan tersebut pertama, setiap orang dewasa dapat menjadi anggota sebuah koperasi. Kedua, keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela. Terbuka artinya anggota koperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan jenis koperasinya.
Ketiga, keanggotaan koperasi tidak membedakan suku, ras, derajat maupun agama. Keempat adalah sukarela, artinya keanggotaan koperasi tidak atas paksaan. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama. "Jadi koperasi itu oleh anggota dan untuk anggota.

Sesuai dengan pengertiannya, koperasi merupakan kegiatan ekonomi yang berazaskan kekeluargaan. Adapun tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan koperasi, masyaraakat atau anggota koperasi bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Anggota juga bisa mendapat pinjaman modal usaha melalui koperasi. Inilah peran koperasi untuk melindungi anggotanya dari cengkeraman para rentenir yang bergentayangan di desa-desa.

Sebagaimana diketahui, kesepakatan kerjasama perdagangan ASEAN – China ditandatangani di Phnom Penh, Kamboja, pada 4 November 2002 yang diikuti oleh 11 Kepala Negara termasuk Indonesia. Pembentukan kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan ekonomi, perdagangan, kerjasama investasi antara ASEAN-China.
Selain itu, mulai 1 Januari 2015, mulai diberlakukan ASEAN Economic Community (AEC), pasar tunggal ASEAN. Ketika AEC berlaku, pabrik dibangun dan hasil produksinya bisa dijual dimana saja selama dalam lingkungan ASEAN.

Tujuan pasar tunggal ASEAN ini adalah menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan serta meningkatkan standar hidup penduduk negara anggota ASEAN.

Dua hal tersebut merupakan tantangan ekonomi Indonesia kedepan. Sebagian pihak menilai, perdagangan bebas ASEAN – China ini berdampak buruk pada ASEAN terutama Indonesia. Produk hasil industri Indonesia tergeser alias tidak laku dijual, karena harganya lebih mahal dari produk China.

Bahkan menurut prediksi pihak Asosiasi Perstektilan Indonesia (API), banyak pelaku usaha Indonesia terutama yang bergerak dalam sektor manufaktur akan beralih menjadi pedagang yakni menjadi pedagang barang impor.
Karena banyaknya pelaku usaha beralih menjadi pedagang maka banyak pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dampakmya, angka pengangguran Indonesia meningkat. Bagi pekerja yang mempunyai jiwa usaha, mereka (yang semula sebagai pekerja formal) beralih menjadi pekerja informal, seperti penjual bakso, atau air mineral.

Ada banyak strategi menghadapi tantangan ekonomi seperti disebutkan di atas. Salah satunya adalah mengembangan koperasi.
Setelah 67 tahun Indonesia merdeka, bagaimana perkembangan dan peran koperasi Indonesia ? Ada dua pendapat. Pertama, kondisi dan perkembangan serta peran koperasi Indonesia masih memprihatinkan.

Kedua, keberadaan koperasi sungguh membantu perekonomian Indonesia dan perkembangannya juga selalu naik.
Pakar Koperasi dan Ekonomi, Bernhard Limbong, menyatakan, kondisi koperasi di Indonesia sampai tahun 2011 cukup memperihatinkan. Sebanyak 27 persen dari 177.000 koperasi yang ada di Indonesia atau sekitar 48.000 koperasi tidak aktif.

Sebagai badan usaha, koperasi dicitrakan gagal memenuhi harapan masyarakat luas, yaitu entitas bisnis yang menguntungkan. Sebagai gerakkan ekonomi rakyat, koperasi dianggap gagal menjadi actor sentral demokrasi ekonomi.

Menurut Limbong, secara eksternal, pesatnya pengaruh globalisasi pasar bebas ekonomi dunia telah menggiring perekonomian Indonesia ke arus kapitalisme yang menggurita, dan pada gilirannya kian menyulitkan posisi dan peran koperasi di zona ekonomi negeri ini.

Sementara peran strategis negara untuk mewujudkan ideologi ekonomi berbasis koperasi tidak secara nyata dan signifikan memberikan hak sosial ekonomi rakyat berupa kemakmuran.
"Hal itu terutama akibat koordinasi dan komitmen yang lemah pada tataran implementasi peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah dan keputusan menteri, dan kebijakan-kebijakan teknis operasional," kata Limbong.

Sementara secara internal, lambannya perkembangan serta pergerakan koperasi di Indonesia disebabkan sejumlah faktor internal koperasi itu sendiri, seperti modal usaha dan lapangan usaha terbatas. Dampkanya, sebagian koperasi hanya mengelola satu jenis usaha, dan sifatnya temporer, serta monoton.

Selain itu, kurangnya tenaga professional, bahkan sebagian masyarakat enggan masuk sebagai pengelola koperasi karena dinilai tidak menjanjikan masa depan.
Permasalahan lainnya adalah kepastian usaha, segmentasi pasar, dan daya dukung organisasi yang sangat lemah. Percepatan usaha yang dimiliki berjalan lamban, dan kurang mampu bersaing di pasar, baik pasar lokal, regional, dan nasional apalagi pasar internasional.

Sebaliknya pendapat kedua seperti Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, menegaskan, 67 tahun setelah koperasi ditetapkan sebagai soko guru perekonomian nasional, koperasi terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional kita.
Data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2013 menampilkan ada 194.925 unit koperasi di Indonesia, termasuk di dalamnya 1.472 unit koperasi nelayan yang tersebar di 23 provinsi. Dengan jumlah anggota mencapai 33,6 juta orang. Setiap tahunnya, pertumbuhan koperasi ini mencapai tujuh sampai delapan persen. Mayoritas koperasi yang beroperasi adalah simpan pinjam.

Dari data tersebut, Syarief berkeyakinan kuat bahwa koperasi akan makin tumbuh dan berkembang pada tahun-tahun mendatang dan pada gilirannya akan ikut berperan penting dalam mencapai pertumbuhan dan pemeratan ekonomi 7,7 persen, pengurangan angka kemiskinan menjadi 8-10 persen, dan pengurangan angka pengangguran mencapai 5 – 6 persen pada tahun 2014.

Syarief tidak berlebihan, pengalaman sejak krisis ekonomi sejak tahun 1998 menunjukan koperasi bersama UMKM memiliki kemampuan berakselarasi dan berdaya tahan tinggi. Sebanyak 58 persen Produk Domestik Bruto (PDB) disumbangkan dari sektor koperasi dan UMKM. Dari sektor koperasi pula Indonesia bisa menjaring pengusaha. Ini penting karena rasio pengusaha di negara ini masih minim.

Selain itu, koperasi dan UMKM menjadi penyerap tenaga kerja yang sangat potensial larena proses produksi yang dilakukan Kementerian biasanya bersifat padat karya dan sangat adaptif terhadap lingkungan yang berubah.
Sementara pakar manajemen dan koperasi,Thoby Mutis, sebagaimana dikutip Limbong dalam bukunya, Pengusaha Koperasi: Memperkokoh Fondasi Ekonomi Rakyat, 2010, mengatakan, dua hal yang perlu mendapat perhatian para pelaku usaha koperasi adalah terus menelorkan terobosan-terobosa kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnis. Ini penting agar koperasi bisa berdiri sejajar dengan badan usaha swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kedua, bertekat kuat menerapkan manajemen profesional dalam menjalankan bisnis koperasi yang ditandai dengan beberapa strategi, yakni berani merekrut tenaga-tenaga profesional hebat dengan gaji besar, mengembangkan keahlian para pengurus dan manajemen pengelola koperasi, menyiapkan dana khusus untuk melakukan riset, kegiatan public relation, dan memperluas kemitraan dan seterusnya.

Sampai saat ini dan kedepan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, terus melakukan kegiatan untuk menumbuhkembangkan koperasi. Salah satunya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Lembaga ini sangat siap membantu dunia perkoperasian dan para pelaku UKM. Sejak berdiri tahun 2006, LPDB sudah memberikan modal kepada 1.600 koperasi. Sebanyak 1.600 koperasi ini kalau hitung-hitung matematis, kalau satu koperasi mempunyai 1.000 UKM, kalau 1 UKM mempunyai tenaga kerja tiga orang, sudah 15.000 tenaga kerja. Jadi LPDB itu menciptakan lapangan kerja.

Menurut Agus Muharam, sejak tahun 2010, Kementerian Koperasi dan UKM menggagas program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop). Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam gerakan ini, yakni mengajak sebanyak-banyak masyarakat Indonesia untuk berkoperasi, membenahi koperasi-koperasi yang ada untuk berkoperasi sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi, lalu membangun koperasi berskala besar yang memiliki daya saing di tingkat nasional dan internasional.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Februari 2012, pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 6,32 persen atau 7,61 juta orang. Sementara berdasarkan data terbaru dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang berada di bawah koordinasi Wakil Presiden di Indonesia pada tahun 2012 hingga 2013 yang mencapai angka 96 juta jiwa.

Semoga dengan gencarnya pemerintah melakukan Gemaskop, maka semakin banyak orang bergabung atau membentuk koperasi terutama para penganggur dan orang-orang miskin ini. Kalau demikian, maka koperasi benar-benar membuat Indonesia Jaya.


KESIMPULAN :
Setelah saya membaca wacana diatas kesimpulannya adalah bahwa koperasi diIndonesia sudah jauh lebih berkembang dan menguasai pasar global sehingga bias menambah devisa Negara.

Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^



SEMESTER 3 TULISAN KE9 (EKONOMI KOPERASI)

3 PENYEBAB KOPERASI DIINDONESIA SULIT BERKEMBANG

Sistem administrasi koperasi di Indonesia masih tergolong buruk sehingga membuat  koperasi sulit didongkrak untuk menjadi bisnis berskala besar. "Salah satu yang menjadi penghalang koperasi menjadi bisnis skala besar secara internal adalah
·        Kualitas sumber daya manusia
·        Pelaksanaan prinsip koperasi
·        Sistem administrasi dan bisnis yang masih rendah

Administrasi koperasi yang belum tertata dengan baik, menurut dia, sudah saatnya diakhiri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Jika administrasi koperasi dilakukan secara profesional, ia berpendapat, bukan tidak mungkin akan lebih banyak jumlah koperasi di Indonesia yang bisa masuk dalam 300 The Global Cooperatives versi ICA (International Cooperative Alliance). "Sayangnya, kendala koperasi di Indonesia bukan hanya dari internal tapi juga dari faktor eksternalnya”.

Ia menambahkan secara eksternal, kemampuan koperasi di Indonesia masih tergolong rendah dalam memanfaatkan peluang. Meski begitu, sudah ada beberapa koperasi yang memenuhi target untuk menjadi Koperasi Skala Besar (KSB) baik dari sisi aset, jumlah anggota, maupun volume usaha mereka di antaranya Kospin Jasa Pekalongan dan KSP Artha Prima di Jawa Tengah.

Kospin Jasa, misalnya, sampai saat ini telah memiliki anggota lebih dari 8.000 orang seluruh Indonesia dengan jumlah aset mencapai Rp12,5 triliun. Toto berharap ke depan akan ada lebih banyak koperasi serupa berkembang di Indonesia sehingga peran koperasi sebagai pemberdaya ekonomi masyarakat semakin besar dan terasa. "Pemerintah siap memberikan akses informasi dan fasilitasi dalam rangka peningkatan kapasitas”.
Ia juga berjanji untuk meningkatkan pengawasan simpan-pinjam dan siap memberikan jalan keluar persoalan yang dihadapi koperasi.

"Kita upayakan agar koperasi semakin meningkatkan profesionalisme dimulai dengan pembenahan administrasi bisnis yang berstandar bisnis.

KESIMPULAN :
Jadi setelah saya membaca masalah diatas kesimpulannya adalah yang menyebakan koperasi diIndonesia sulit berkembang disebabkan oleh 2 faktor : Faktor Internal dan Eksternal.
Faktor Internal :
·        Kualitas sumber daya manusia
·        Pelaksanaan prinsip koperasi
·        Sistem administrasi dan bisnis yang masih rendah
Faktor Eksternal :
Kemampuan koperasi di Indonesia masih tergolong rendah dalam memanfaatkan peluang.

Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^


SEMESTER 3 TULISAN KE8 (EKONOMI KOPERASI)

Hanya 345 Koperasi di Depok yang aktif

Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar Kota Depok mencatat sedikitnya terdapat 657 koperasi yang tersebar di 11 kecamatan. Namun hanya 345 koperasi yang masih aktif, sementara sisanya kurang bergeliat atau kurang aktif.

Koperasi tersebut bermacam-macam dari mulai simpan pinjam hingga syariah. Kasie Bina Lembaga Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar, Andi Kuswandi mengatakan, koperasi yang kurang aktif rata-rata tidak rutin menggelar RAT atau kurang menggelar program kegiatan.

"Kadang-kadang saja ada kegiatan, kurang aktif, sebelumnya kan juga kami sudah bubarkan 300 lebih koperasi yang tidak jelas, Ke depan kita coba hidupkan lagi, jika memang potensi untuk dihidupkan, kalau enggak bisa ya sudah kita bubarkan saja," katanya saat acara pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur di Pengasinan, Sawangan, Depok, Minggu

Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Setyo Heriyanto. Pemilik Koperasi Simpan Pinjam Makmur di Sawangan, Depok, Suharno mengatakan, koperasi miliknya sudah berjalan sembilan tahun dan berdiri sejak 2004.

"Koperasi kami bergerak di bidang simpan pinjam, program pendidikan misalnya bagi seluruh anggota yang butuh dana pendidikan. Lalu program modal usaha, berdagang, suku bunganya hanya satu persen per tahun, kami gunakan jaminan modal hati dan kemampuan," ungkap Suharno.

Sejauh ini, koperasi yang digelutinya sudah memiliki 372 anggota dengan aset Rp2 miliar dan terus bergulir. Anggota bisa mendapatkan pinjaman maksimal tiga kali lipat dengan simpanan wajib Rp55 ribu, simpanan pokok Rp350 ribu, dan simpanan sukarela bebas sesuai kemampuan.

"Harapan kedepan kami punya target 2022, KSP makmur terbaik di Depok secara swadana, anggota kami terdiri dari berbagai profesinya dari pedagang sayur, tukang ojek, sampai karyawan dan guru. Yang penting semangat dan militansi anggota, di mana anggota kami bermacam-macam di Jabodetabek, Serang, Sukabumi, Jateng dan Jatim.

Ketua DPRD Depok, Rintisyanto mengaku prihatin dengan nasib koperasi di Depok banyak yang tidak aktif. Padahal, DPRD selalu menggelontorkan anggaran untuk kemajuan koperasi setiap tahun dan cukup besar.

"Ada anggaran setiap tahun cukup besar tetapi saya enggak hafal nominalnya, kami tentu prihatin, hanya beberapa yang aktif dan berjalan. Padahal dana bergulir, tetapi enggak berhasil, harus konsep ulang," uajrnya.

Biasanya, kata dia, hanya sebatas dana bergulir, namun akses kepada pasarnya minim. Pola dan sistem yang tak tak berjalan, banyak dana bergulir yang tidak balik. "Cukup lumayan besar, harus ada integrasi program dengan UKM," pungkas Rintis.


KOMENTAR :
Menurut saya koperasi yang terdapat dikota Depok kurang baik,dilihat dari berapa banyak koperasi yang ada didepok tetapi yang menjadi pertanyaan Pemerintah sudah memberikan anggaran Negara untuk koperasi,lalu uang tersebut kemana??Apakah anggaran tersebut tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya??Yang harus dilakukan Pemerintah dan  Dinas setempat harus memantau dan kegiatan koperasi tersebut agar koperasi tersebut bias bertambah banyak dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^