Rabu, 25 Desember 2013

SEMESTER 3 TULISAN KE5 (EKONOMI KOPERASI)


34,7 Juta Orang Indonesia Sudah Jadi Anggota Koperasi

Liputan6.com, Jakarta : Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat sebanyak 34,7 juta penduduk Indonesia telah menjadi anggota koperasi hingga Juni 2013.

 “Pertumbuhan koperasi naik 4,5 % dari tahun 2009 sampai tahun 2013. Pada tahun 2009 jumlah koperasi tercatat sebanyak 170.411 unit," ungkap Menkop UKM Syarifudin Hasan seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Sementara dari sisi jumlah koperasi yang beroperasi di Indonesia, kini sudah mencapai 200.808 unit hingga akhir Juni. Angka ini melebihi target yang ditetapkan pemerintah pada 2014.
"Karena itu, kami optimistis pertumbuhan ekonomi indonesia di tahun 2013 yang 6,3% dapat dicapai. Kesejahteraan anggota koperasi dan rakyat terus meningkat di bawah kepemimpinan Presiden SBY,” ujarnya.

KOMENTAR :
Menurut saya koperasi diIndonesia ini tahun 2013 sudah jauh lebih berkembang karena kurang lebih 34,7 juta orang sudah menjadi anggota koperasi.tu Oleh sebab Kementrian dan Usaha Kecil Menengah lebih menggebrak dalam mempromosikan koperasi kepada masyarakat diIndonesia agar anggota koperasi lebih bertambah lagi.


Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterima kasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^

SEMESTER 3 TULISAN KE4 (EKONOMI KOPERASI)


Jumlah Koperasi 2013 Sudah Melebihi Target 2014
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Syarifudin Hasan mengemukakan, tidak perlu menuggu sampai tahun 2014 untuk mencapai target jumlah koperasi sebanyak lebih 200 ribu karena secara nasional koperasi mengalami peningkatan yang menggembirakan.
“Pertumbuhan koperasi naik 4,5 % dari tahun 2009 sampai tahun 2013. Pada tahun 2009 jumlah koperasi tercatat sebanyak 170.411 unit, sementara hingga bulan Juni tahun 2013 jumlah koperasi meningkat menjadi 200.808 unit,” ungkap Menkop-UKM Syarifudin Hasan pada Peringatan Hari Koperasi Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Demikian pula jumlah anggota koperasi, pada tahun 2009 tercatat 29,2 juta orang, lalu meningkat menjadi 34,7 juta orang pada bulan Juni tahun 2013 atau naik 5,5 persen. Menurut Menkop – UKM, hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk bergabung dalam koperasi cukup tinggi, meskipun diakuinya jumlah  harus diiringi dengan kualitas.

Menkop dan UKM menyampaikan Tema Peringatan Koperasi ke 66 ini "Sejahtera Bersama Koperasi", dipilih sesuai dengan tujuan berkoperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya, selaras dengan tujuan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan dalam pasal 33 ayat 1 UUD 1945. Untuk itu pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mendirikan koperasi.

“Untuk itu kita terus melakukan revitaliasi koperasi sesuai dengan arahan Presiden pada hari Koperasi tahun 2011. Salah satu implementasi revitalisasi tersebut adalah telah disyahkannya Undangi-Undang Nomor 17 Tahun 2012,” papar Menkop-UKM.

Di tingkat global pada tanggal 13 - 14 Mei 2013 di Jakarta, Kementerian Koperasi & UKM telah melakukan inisiatif diskusi bersama-sama Representative International Cooperatif Alliance merevisi sistem penilaian yang dipakai oleh ICA dalam menetapkan World Cooperative Monitor. Usulan Indonesia dapat diterima oleh ICA, yaitu kriteria koperasi yang baik bukan hanya dipandang dari sisi tevenue tapi kepada jumlah anggota dan partisipasi anggota, benefit yang diperoleh anggotanya.

Menkop berharap pada tahun 2014, diantara lebih dri 200rb koperasi, Indonesia akan menempatkan 3 koperasi indonesia sebagai koperasi yang berskala internasional.  “Karena itu, kami optimis pertumbuhan ekonomi indonesia di tahun 2013 yang 6,3% dapat dicapai. Kesejahteraan anggota koperasi dan rakyat terus meningkat di bawah kepemimpinan Presiden SBY,” ujar Syarifudin Hasan.


Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^

SEMESTER 3 TULISAN KE3(EKONOMI KOPERASI)


Indonesia Diharap Jadikan Koperasi Sebagai Kekuatan Ekonomi
04 Agustus 2013 - 13:50:03

SINTANG - Indonesia selayaknya bisa mengikuti jejak negara-negara yang mampu menjadikan koperasi  sebagai  kekuatan utama ekonominya untuk menguasai  pasar maupun saham pada perusahaan dengan omzet besar.

Erwin Pohe, pemerhati koperasi Indonesia, mengatakan  negara yang mampu menjadikan koperasi sebagai pemegang peran utama dalam bisnisnya justru dari negara-negara kapitalis serta yang menganut sistem perekonomian liberal.

”Indonesia yang menganut sistem demokratis selayaknya bisa lebih mapan. Apalagi negara kita menentang individualisme dan kapitalisme secara fundamental dengan mengedepankan prinsip kebersamaan atau gotong royong,” katanya kepada Bisnis, Jumat (19/7).

Di India, katanya, ada koperasi petani tebu rakyat yang memiliki saham pada perusahaan pabrik gula skala besar. Negara adi kuasa seperti Amerika Serikat bahkan tercatat sekitar 25% penduduknya terdaftar sebagai anggota koperasi.

Singapura sebagai salah satu negara tetangga Indonesia  juga menguasai alur distribusi produk ritel hingga sebesar 60%. Omzet koperasi ritel negeri itu bahkan melebihi  US$200 miliar, atau hampir mencapai dua kali lipat dari APBN Indonesia.

Yang menarik dari eksistensi koperasi di Singapura, katanya, posisi gerakan koperasi  disejajarkan dengan perusahaan swasta. Artinya, koperasi diposisikan sebagai salah satu bentuk bisnis, meski tidak ada kementerian yang membidangi koperasi.

”Salah satu faktor dari kurang berkembangnya koperasi Indonesia, karena lemahnya sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola koperasi bisa jadi koperasi modern. Faktor lainnya, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) belum berperan maksimal menjalankan fungsinya.”

Meski demikian dia tidak memungkiri ada satu hingga dua koperasi berbasis simpan pinjam berhasil. Misalnya Koperasi Simpan Dan Jasa (Kospin Jasa) Pekalongan. Di luar induk koperasi kredit (Inkopdit), Kospin Jasa merupakan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) terbesar di Indonesia.

”Ini membuktikan bahwa koperasi Indonesia sebenarnya tidak semua buruk. Namun, paradigma masyarakat terhadap koperasi harus dibentuk dan dibangun kembali. Seyogyanya koperasi bukan hanya diperuntukkan untuk masyarakat menengah ke bawah.

”Keinginan pemerintah melalui Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengharapkan konglomerat Indonesia bisa lahir dari gerakan koperasi, harus segera diwujudkan. Wirausaha koperasi memang dituntut menemukan  peluang untuk menjadikan koperasi sebagai badan usaha yang bisa sejajar berdiri dengan BUMN,” ungkap Erwin Pohe.

Sumber: Solopos.com

Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^