Sabtu, 28 Desember 2013

SEMESTER 3 TULISAN KE8 (EKONOMI KOPERASI)

Hanya 345 Koperasi di Depok yang aktif

Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar Kota Depok mencatat sedikitnya terdapat 657 koperasi yang tersebar di 11 kecamatan. Namun hanya 345 koperasi yang masih aktif, sementara sisanya kurang bergeliat atau kurang aktif.

Koperasi tersebut bermacam-macam dari mulai simpan pinjam hingga syariah. Kasie Bina Lembaga Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar, Andi Kuswandi mengatakan, koperasi yang kurang aktif rata-rata tidak rutin menggelar RAT atau kurang menggelar program kegiatan.

"Kadang-kadang saja ada kegiatan, kurang aktif, sebelumnya kan juga kami sudah bubarkan 300 lebih koperasi yang tidak jelas, Ke depan kita coba hidupkan lagi, jika memang potensi untuk dihidupkan, kalau enggak bisa ya sudah kita bubarkan saja," katanya saat acara pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur di Pengasinan, Sawangan, Depok, Minggu

Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Setyo Heriyanto. Pemilik Koperasi Simpan Pinjam Makmur di Sawangan, Depok, Suharno mengatakan, koperasi miliknya sudah berjalan sembilan tahun dan berdiri sejak 2004.

"Koperasi kami bergerak di bidang simpan pinjam, program pendidikan misalnya bagi seluruh anggota yang butuh dana pendidikan. Lalu program modal usaha, berdagang, suku bunganya hanya satu persen per tahun, kami gunakan jaminan modal hati dan kemampuan," ungkap Suharno.

Sejauh ini, koperasi yang digelutinya sudah memiliki 372 anggota dengan aset Rp2 miliar dan terus bergulir. Anggota bisa mendapatkan pinjaman maksimal tiga kali lipat dengan simpanan wajib Rp55 ribu, simpanan pokok Rp350 ribu, dan simpanan sukarela bebas sesuai kemampuan.

"Harapan kedepan kami punya target 2022, KSP makmur terbaik di Depok secara swadana, anggota kami terdiri dari berbagai profesinya dari pedagang sayur, tukang ojek, sampai karyawan dan guru. Yang penting semangat dan militansi anggota, di mana anggota kami bermacam-macam di Jabodetabek, Serang, Sukabumi, Jateng dan Jatim.

Ketua DPRD Depok, Rintisyanto mengaku prihatin dengan nasib koperasi di Depok banyak yang tidak aktif. Padahal, DPRD selalu menggelontorkan anggaran untuk kemajuan koperasi setiap tahun dan cukup besar.

"Ada anggaran setiap tahun cukup besar tetapi saya enggak hafal nominalnya, kami tentu prihatin, hanya beberapa yang aktif dan berjalan. Padahal dana bergulir, tetapi enggak berhasil, harus konsep ulang," uajrnya.

Biasanya, kata dia, hanya sebatas dana bergulir, namun akses kepada pasarnya minim. Pola dan sistem yang tak tak berjalan, banyak dana bergulir yang tidak balik. "Cukup lumayan besar, harus ada integrasi program dengan UKM," pungkas Rintis.


KOMENTAR :
Menurut saya koperasi yang terdapat dikota Depok kurang baik,dilihat dari berapa banyak koperasi yang ada didepok tetapi yang menjadi pertanyaan Pemerintah sudah memberikan anggaran Negara untuk koperasi,lalu uang tersebut kemana??Apakah anggaran tersebut tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya??Yang harus dilakukan Pemerintah dan  Dinas setempat harus memantau dan kegiatan koperasi tersebut agar koperasi tersebut bias bertambah banyak dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Demikianlah penulisan SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar