PT.KRAKATAU STEEL
Nama Perusahaan :
PT.KRAKATAU STEEL
Lokasi Perusahaan : Cilegon,Banten
PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang
industri baja. Saat ini PTKS menjadi satu-satunya perusahaan baja yang terpadu
terbesar di Indonesia dengan kapasitas roling produksi hingga 3,15 juta ton per
tahun. PT KS merupakan penguasa pangsa pasar baja terbesar domestik dengan
penguasaan 41% untuk produk HRC. Sementara untuk produk CRC menguasai pangsa
pasar 27%. PT KS memiliki 11 anak usaha yang terdiri dari beragam sektor usaha,
seperti manufaktur, penyedia bahan baku, energi, air industri, kepelabuhanan,
kawasan industri, teknologi informasi, dan kesehatan.
·
SEJARAH
Sekitar tahun 60-an, Presiden Soekarno mencanangkan
Proyek Besi Baja Trikora yang merupakan fondasi untuk membangun industri
nasional yang tangguh. Setelah sempat terhenti karena situasi politik dalam
negeri, sepuluh tahun kemudian, proyek ini dilanjutkan kembali oleh Pemerintah
Indonesia di bawah Presiden Suharto.
Pada 31 Agustus
1970, berdirilah PT Krakatau Steel (Persero) dengan memanfaatkan berbagai
fasilitas peninggalan Proyek Besi Baja Trikora, yakni pabrik kawat baja, pabrik
baja tulangan dan pabrik baja profil. Pada 1977, Presiden Soeharto meresmikan
mulai beroperasinya produsen baja terbesar di Indonesia.
·
Fasilitaas Produksi
PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk memiliki 6 (enam) buah fasilitas produksi yang
membuat perusahaan ini menjadi satu-satunya industri baja terpadu di Indonesia.
Keenam buah pabrik tersebut menghasilkan berbagai jenis produk baja dari bahan
mentah.Proses produksi baja di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dimulai dari Pabrik
Besi Spons. Pabrik ini mengolah bijih besi pellet
menjadi besi dengan menggunakan air dan gas alam.
Besi
yang dihasilkan kemudian diproses lebih lanjut pada Electric Arc Furnace (EAF)
di Pabrik Slab Baja dan Pabrik
Billet Baja. Di dalam EAF besi dicampur dengan scrap,
hot bricket iron dan material tambahan lainnya untuk menghasilkan dua jenis
baja yang disebut baja slab dan baja billet.
Baja
slab selanjutnya menjalani proses pemanasan ulang dan pengerolan di Pabrik
Baja Lembaran Panas menjadi produk akhir yang dikenal dengan
nama baja lembaran panas. Produk ini banyak digunakan untuk aplikasi konstruksi
kapal, pipa, bangunan, konstruksi umum, dan lain-lain. Baja lembaran panas
dapat diolah lebih lanjut melalui proses pengerolan ulang dan proses kimiawi di
Pabrik Baja Lembaran Dingin
menjadi produk akhir yang disebut baja lembaran dingin. Produk ini umumnya
digunakan untuk aplikasi bagian dalam dan luar kendaraan bermotor, kaleng,
peralatan rumah tangga, dan sebagainya.
Sementara
itu, baja billet mengalami proses pengerolan di Pabrik
Batang Kawat untuk menghasilkan batang kawat baja yang
banyak digunakan untuk aplikasi senar piano, mur dan baut, kawat baja, pegas,
dan lain-lain.
·
· PERKEMBANGAN
Krakatau Steel mampu menunjukkan perkembangan yang
pesat dan dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun, Perseroan menambah
berbagai fasilitas produksi seperti Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet Baja,
Pabrik Batang Kawat, serta fasilitas infrastruktur berupa pusat pembangkit
listrik, pusat penjernihan air, pelabuhan Cigading dan sistem telekomunikasi.
PT Krakatau Steel (Persero) menjadi satu-satunya Perusahaan baja yang terpadu
di Indonesia.
Tidak berhenti di sana, Perseroan terus
mengembangkan produksi berbagai jenis baja untuk bermacam keperluan, seperti
baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang kawat. Saat ini, Krakatau
Steel memiliki kapasitas produksi baja kasar sebesar 2,45 juta ton per tahun.
Melalui sepuluh anak Perusahaannya, Krakatau Steel sanggup melakukan
diversifikasi usaha yang menunjang operasional Perusahaan, seperti produk baja
bernilai tambah tinggi (pipa spiral, pipa ERW, baja tulangan, baja profil),
industri utilitas (air bersih, tenaga listrik),
industri infrastruktur (pelabuhan, kawasan industri), industri jasa teknik (konstruksi, rekayasa), teknologi informasi, serta layanan kesehatan (rumah sakit).
industri infrastruktur (pelabuhan, kawasan industri), industri jasa teknik (konstruksi, rekayasa), teknologi informasi, serta layanan kesehatan (rumah sakit).
Produk-produk baja Krakatau Steel ini tidak hanya
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan baja nasional, tetapi juga dipasarkan secara
internasional. Kemampuan
teknis Krakatau Steel yang tinggi telah memperoleh pengakuan internasional.
Bahkan pada tahun 1973, Perseroan telah memperoleh Sertifikat ASTM A252 dan
AWWA C200, serta pada 1977 memperoleh Sertifikat API 5L untuk produksi pipa
spiral. Sertifikat ISO 9001 diperoleh PT Krakatau Steel (Persero) pada 1993 dan
telah ditingkatkan menjadi ISO 9001:2000 pada 2003. Sementara itu, SGS
internasional memberikan Sertifikat ISO 14001 pada 1997 atas komitmen Perseroan
pada kesadaran lingkungan dan keselamatan kerja.
Pada 10 November 2010, di tengah kondisi pasar yang
masih bergejolak, PT Krakatau Steel (Persero) berhasil menjadi perusahaan
terbuka dengan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pada 2011, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 2.032,85 juta dan laba bersih US$
151,34 juta. Pada tahun 2011, Perseroan dan anak perusahaan dengan aset senilai
US$ 2.398,08 juta memiliki 8.066 orang karyawan.
Pada 2012, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 2.287,45 juta dan mengalami rugi
bersih US$ (19,56) juta. Pada tahun 2012, Perseroan dan anak perusahaan dengan
aset senilai US$ 2.561,95 juta memiliki 8.092 orang karyawan.
Pada tahun 2013 Krakatau
Steel dan Semen Indonesia Bentuk Perusahaan Patungan Pabrik Slag Powder dengan
Investasi Rp 440 M. Pada
tanggal 20 Desember 2013 PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
menandatangani perjanjian pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture
Company) yang bergerak di bidang produksi Slag Powder yang akan mengolah
Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) menjadi Ground Granulated Blast Furnace
Slag (GGBFS) dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia.
Perjanjian ini ditandatangani oleh Direktur
Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dan Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K.
Hakim di kantor PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Jakarta. Kerja sama pembentukan
perusahaan patungan ini merupakan wujud dari sinergi antar perusahaan BUMN
dalam mengembangkan bisnis.
“Bahan baku PT Krakatau Semen Indonesia berasal
dari produk granulasi slag blast furnace Krakatau Steel dan Krakatau Posco,
kemudian diolah menjadi Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai
bahan baku semen atau peruntukan lainnya” jelas Dwi Soetjipto.
Total investasi atas proyek patungan tersebut mencapai Rp 440 miliar dan
modal kerja sebesar Rp 24 miliar. Adapun pendanaan EPC termasuk IDC menggunakan
dana pinjaman dan ekuitas dengan komposisi sebesar 70% : 30%. Porsi dana
pinjaman tersebut sebesar Rp 308 miliar dan dana ekuitas sebesar Rp 132 miliar.
Sumber/Referensi :
http://publik.bumn.go.id/krakatausteel/halaman/122
http://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau_Steel
http://publik.bumn.go.id/krakatausteel/halaman/122
http://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau_Steel
Demikianlah tugas
SoftSkill yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada
situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi . ^O^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar