Rabu, 02 Januari 2013

TUGAS 7

BAB 7
MANAJEMEN PRODUKSI

1.   Perkembangan  Manajemen Produksi.

Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor :
  • Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
  • Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa. Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada : 
  • Bertambahnya penggunaan mesin 
  • Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja, 
  • Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi. 
  • Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan. 
  • Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
  • Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan komputer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya. Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.

Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :

1.   Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2.   Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3.   Pelatihan pekerja dengan metode baru
4.   Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.

2.   Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain. Kegiatan tersebut berguna untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.

3.   Pengertian Produksi.
Menurut ilmu ekonomi, produksi tidak terbatas pada kegiatan menghasilkan barang atau jasa, tetapi juga kegiatan yang sifatnya menambah nilai atau kegunaan barang yang sudah ada menjadi lebih tinggi nilainya. Perhatikan contoh berikut.:
a.    Tukang kayu yang mengecat kursi hasil buatanya.
b.    Pedagang yang membeli sepeda bekas lalu ia bersihkan, perbaiki, dan dicat kembali lalu dijual

4.  Proses Produksi
Menurut ilmu ekonomi Produksi adalah setiap kegiatan yang dilakukan manusia untuk menghasilkan/menaikan nilai kegunaan barang/jasa.
Proses Produksi adalah cara atau metode untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber yang ada.
Macam – Macam Wujud Proses Produksi :
      • Proses kimia : proses produksi yang menggunakan sifat kimia.
      • Proses perubahan bentuk : proses produksi dengan merubah bentuk 
      • Proses asembling : proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir. 
      • Proses transportasi : proses produksi menciptakan perpindahan barang
      • Proses penciptaan jasa-jasa administrasi : proses produksi berupa penyiapan data informasi yang diperlukan.
5.  Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi.
Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :
1.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
3.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan
5.    Keadaan yang lain

6.  Ruang Lingkup Manajemen Produksi.
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi
Serta pengoperasiaannya, yang meliputi :
a. Seleksi dan design hasil produksi (produk)
b. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
c. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
d. Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses
e. Perancangan tugas
f.  Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

7.  Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi.
  • Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.
Empat (4) fungsi penting produksi :
o   Proses pengolahan
o   Jasa-jasa penunjang,
o   Perencanaan dan pengendalian
o   Pengawasan
  • Sistem Produksi dan Operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.
8.  Lokasi dan Lay Out Pabrik.
Pemilihan lokasi pabrik merupakan hal penting, karena mempengaruhi kedudukan  perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi.

Tujuan Perencanaan Lokasi Pabrik
Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi dan biaya distribusi barang yang dihasilkan dan faktor lokasi sangat penting untuk menurunkan biaya operasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :
Faktor utama :
o   Lingkungan masyarakat.
o   Kedekatan dengan pasar.
o  Tenaga kerja.
o   Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok.
o   Fasilitas dan biaya transportasi.
o   Sumber daya alam lainnya.
Faktor sekunder:
o   Harga tanah.
o   Dominasi masyarakat.
o   Peraturan tenaga kerja.
o   Rencana tata ruang.
o   Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing.
o   Tingkat pajak.
o   Cuaca atau iklim.
o   Keamanan
o   Peraturan lingkungan hidup
Pendekatan situasional atau contingency adalah penentuan lokasi berdasarkan faktor terpenting menurut kebutuhan dan kondisi masing-masing perusahaan. Misalnya :
·        Dekat dengan pasar
·        Dekat dengan sumber bahan baku saja
·       Tersedia tenaga kerja
Perangkap Dalam Pemilihan Lokasi
·        Lokasi sulit mendapatkan tenaga kerja .
·        Lokasi dengan harga tanah murah, tetapi kondisinya jelek sehingga perlu biaya mahal untuk membuat pondasi.
·        Lokasi diluar kota dengan harga murah, tetapi fasilitas prasarana jalan dan saran transportasi belum dibangun.
·        Lokasi di sekitar pemukiman dan sulit membuang limbah.
Tahap Pemlihan Lokasi Pabrik
-       Melihat kemungkinan beberapa alternatif daerah yang akan dipilih.
-       Melihat pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi pabrik.
-       Mempertimbangkan dan menilai alternatif pilihan yang menguntungkan.

Referensi :


Demikianlah tugas SoftSkill Portofolio yang saya buat dan tidak lupa saya berterimakasih kepada situs-situs yang telah membantu saya dan memberikan banyak inspiransi .
^o^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar